Masjid umumnya hanya di kenal sebagai tempat beribadah umat muslim. Namun sebenarnya dahulu Rasulullah dan generasi setelahnya menjadikan masjid sebagai pusat segala kegiatan mulai dari aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran. Masjid memiliki tipologi bangunan yang khas yang kadang disesuaikan dengan kondisi dari lingkungan masjid tersebut. Umumnya masyarakat mengenal masjid sebagai bangunan berkubah ataupun memiliki menara. Kubah masjid umumnya terbuat dari marmer, beton ataupun besi baja, jarang sekali yang menggunakan bahan emas sebagai kubahnya.
Di dunia ini hanya ada 4 masjid yang memiliki kubah emas, diantaranya :
1.Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei
Masjid yang merupakan bagian dari kompleks Istana Bolkiah didirikan pada pertengahan tahun 1980-an untuk memperingati 25 tahun Sultan Hassanal Bolkiah berkuasa. Masjid ini memiliki 29 kubah yang terbuat dari emas murni 24 karat. Bangunan yang terletak di tengah taman yang asri ini mempunyai luas hampir 2 hektar lebih. Keseluruhan kawasan masjid ini dipagari dengan kisi-kisi besi dengan panjang kira-kira 1.082 km. Terdapat lima pintu masuk ke lokasi ini, disamping dua pintu khusus untuk keluarga kerajaan dan tamu negara.
Masjid ini memiliki 4 menara yang masing-masing tingginya 189 kaki, dimana ada sekitar 297 anak tangga pada setiap menara tersebut. Melalui menara ini, pengunjung bisa melihat pemandangan sekitar masjid dan juga pemandangan Bandar Seri Begawan dan Kampong Ayer.

Gambar di ambil dari : http://www.religious-affairs.gov.bn/
2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak
Masjid Al-Askari merupakan masjid syiah yang di bangun pada tahun 944 M. Masjid ini terletak di kota Samarra, Irak. Namun sayangnya masjid ini hancur pada bulan Februari 2006 akibat tidak langung dari invasi Amerika Serikat ke Irak.

Gambar di ambil dari : http://news.bbc.co.uk/
3. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina
Masjid Qubbah As Sakhrah atau di kenal dengan Dome of the Rock dibangun pada sekitar tahun 690M oleh Abdul Malik bin Marwan yang merupakan salah satu raja dalam bani Umayah dan kemudian diikuti dengan pembangunan Masjidil Aqsha yang selesai pada tahun 710M. Masjid ini dahulu-mungkin juga sampai sekarang- di anggap sebagai masjid Al Aqsha. Klarifikasi hal ini dapat di lihat pada blog Harry Sufehmi. Sebagian orang juga menganggap bangunan ini bukanlah masjid melainkan hanya tumpukan batu besar.
Gambar di ambil dari : http://haqaonline.lightuponlight.com/
4. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia
Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Masjid Dian Al Mahri yang letaknya di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Kelurahan Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan di resmikan pada bulan April tahun 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi dari Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid,seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al-Mahri.
Masjid ini luas bangunannya mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektare. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen.
Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.
Pada bagian interiornya, ada pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.
Di sekitar masjid dibuat taman dengan penataan yang apik dan detail. Selain taman, juga dibangun rumah tinggal sang pendiri masjid dan gedung serbaguna yang menjadi tempat istirahat para pengunjung .Sedangkan untuk parkir, disiapkan lahan seluas 7.000 meter persegi yang mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.
Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat digunakan angkutan umum dari terminal depok ( nomor 03) yang menuju parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek menuju jalan Meruyung.
Gambar merupakan koleksi pribadi (diambil pada bulan Juli 2007).
Untuk tambahan gambar-gambar dari masjid ini dapat di lihat di :







pertamax…
keduax
Doh, tempat ibadah itu malah dipermewah.
ya iyalah biar tambah indah……
@ Michael “D.B.” Ellinsworth : Kalau tidak salah ada suatu hadist yang berbunyi : “Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid” (HR. Abu Dawud). Mungkin ini pertanda akhir zaman..?
btw, kehormatan juga sudah di kunjungi “seleb blog”, hehe…
sepertinya akses menuju kesana (jalan raya) masih sangat sempit apabila dibandingkan dengan intensitas kendaraan yang mengunjungi tempat itu khususnya bus-bus besar. semoga saja dari pemkot depok dapat memperlebar akses menuju ke mesjid tersebut…
amiennnnnnnnn ya roball allamin………
Nah, itu maksudnya. Sebenarnya memperindah rumah ibadah itu sendiri, menandakan bahwa mereka jauh lebih memuja Rumah ibadahnya daripada Tuhan-Nya.
Tapi mungkin niatnya baik ya…
Ah, saya masih harus banyak belajar kok. :p
@ ditoblue : selain sempit, jalan menuju ke sana juga banyak yang rusak. Kita doakan DPRD Depok segera menyetujui anggaran perbaikan jalan di kota depok.
@ Ellinsworth : Semoga dengan memperindah masjid merupakan langkah awal untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mari kita ber husnudzon….
Napa harus emas ya? Bukankah emas sebenarnya malah melambangkan keduniawian. Dan Masjid dibangun sebenarnya dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah.
betul bgt tuch
knapa coba musti pake emas knapa gk pke mba
hahahahaha
@ Agam : Kalau itu saya kurang tahu mas, mungkin niat pemiliknya ingin memperindah tempat ibadah/ masjid yang ternyata telah di gambarkan oleh Rasulullah dalam hadist riwayat Abu Dawud (lihat nomor 4)
banyak orang2 berbondong2 datang ke Masjid Dian Al Mahri di Depok. tp gw yg orang Depok, lom pernah dateng. bis gmn mw dateng, jalanannya yg kecil dan kendaraan lawan yg besar2 kya bus2 dari luar daerah, bikin gw pernah kejebak macet selama 3 jam sepajang jalan menuju masjid. padahal gw cuma mw numpang lewat abis dari parung he.. so gmn mw numpang ibadah ya, klo kesana nya aja bisa bikin waktu sholat abis duluan ^_^
s7 ama no 10, gw nyang org dpk aj lom pnah, jln margonda smp psr depok lama lalin jd padat…pesen aje kl sholat Dzuhurnya dimesjid kubah emas, jangan lupa Azhar, magrib, isya, shubuhnya jangan ditinggal waktu dijalan…….
@ mirma & adhi : saya setuju, semoga keberadaan masjid ini bukannya malah menjauhkan kepada Sang Pencipta, tetapi seharusnya menjadikan kita semakin bersyukur kepadaNya.
dengan adanya masjid ini, saya berharaf kepada diri saya dan akhwan/akhwat semua berhusnudzon, banyak masjid-masjid sepi pengunjung, istiqlal kebanggaan Indonesia ramainya tidak setiap hari, tapi dengan adanya masjid ini mari kita berbondong-bondong ke masjid lihat kebesaran rumah NYA dan pemilik NYA…coba apa yang Ibu Dian dapat dengan pembangunan masjid ini secara duniawi … apa ? untuk akherat banyak yang beribadah di tempat ini apa itu bukan pundi-pundi pahala yang mungkin sudah melebihi nilai rupiah masjid ini sendiri… husnudzon aja
saya setuju.mhn u/ pembc blog ini yg krng stj.atw malah mrasa aneh dng kemwahannya.sy kr hrus ikut bangga.dn stlh kt pikr.bnyk mnfaat jg buat perkembngn islam d indo.u/ lbh jels silahkn cb kunjungi.dsna ad penjualan bku kecil tentang mesjid dan sdkt info yg menrt sy akan lbh jels drpd berkomentar tp belum dtng.
Kalau punya uang lebih, yuk kasih beasiswa buat anak-anak yang kurang beruntung. Atau sumbangkan ke Dompet Dhuafa untuk pengobatan gratis bagi orang-orang miskin yang ga mampu berobat di rumah sakit yang serba mahal saat ini.
Mesjid yang mewah,megah itu kebanyakan yang punya perorangan, dan yang berkubah emas banyak didatengi dari jauh / luar kota cuma sekedar pengen lihat kemegahan atau u/ studi banding ?
Mesjid yang mewah,megah sama sih pungsinya jadi mendingan duit buat sewa bis dll disumbangin ke mesjid yang butuh renopasi di daerah daerah
wow..masjid yg mewah..
mungkin ada yg tahu bagaimana cara kontak ke Ibu Hj.Dian ?
wassalam
@legianto, robby : setuju mas, mari kita ber husnudzon
@saherman & hari buchori : menyumbang untuk fakir miskin perlu, membangun masjid juga perlu. tergantung niatnya, apakah mencari ridho Allah atau hanya mencari pujian manusia…
@yadi : ada yang bisa bantu ?
Banyak orang indonesia milioner tapi tidak semua berpikiran seperti IBU Dian yg punya hati mulia bukan sedikit uang yg di belanjakan untuk membangun masjid yg megah sebesar itu coba kalau semua para milioner seperti ibu Dian mungkin bukan itu saja bahkan munkin kemiskinan terutama orang2 islam bisa teratasi
Dalam dua pilihan kesatu baik kedua baik, tapi ada yang lebih baik dari ke duanya itulah yang dipilih. untuk lain-lain mari kita do’a kan, supaya Ibu Dian mendapat rezki lagi yang berlimpah, sehingga dapat memenuhi kehendak komentar lainnya.
Terimakasih.
salam,
Assalam….
benar2 indah masjid kubah emas itu. ada juga bangunan yang seperti itu di indonesia, sebab ada hotel bintang 7 di abu dhabi yang indah mata persis dengan indahnya masjid kubah emas tsb.ya doa berserta anda Hj Dian dan suami semoga niat baik Anda ini di terima oleh Alloh SWT.
assalam…
saya setuju,semoga ALLAH menerima niat baik Hj.Dian & beserta sekeluarga..
@goslink : apa anda bisa bantu saya untuk dapat kontak kepada Ibu Hj.Dian?
plesae email me at suryadihandoko23@yahoo.com
wassalam
@ yadi : saya tidak tahu pak…mungkin anda bisa langsung berkunjung ke Masjid Dian Al Mahri ?
Goslink : terima kasih atas info dan petunjuknya pak..
wassalam
ambil sisi positif aja.dengan adanya mesjid kubah emas, paling tidak kita membuat islam menjadi menarik. menjadi perbincangan.membuat orang-orang non muslim tertarik untuk mengenal islam.
@ FIRA—>>>setuju mbk..!!!!
saya setuju jg tuh makasih banyak kepada ibu Hj. Dian… yg telah membangun mesjid berkubah emas yg berada di depok jawa barat, smoga dengan adanya mesjid yg dibangun oleh ibu Hj,Dian banyak mamfaat nya bagi kaum muslimin luar negri dan dalam negri amiin yaa robal alamin………
o000oh katanya banyak IBU2X PengaJIAn+cLUb2x mOtOR mungkin ORAng Umum DLL. katanya KotoR sekarang tempatnya YA…? kenapa ya…?aku belum tau tempatnya depoknya mana ya…? aku kepengin deh kesana…lom ada waktu tapi…, tapi mo pesan soal jaga kebersihan itu harus..apalagi di TEMPAT IBADAH…
ibu gw juga pengen kesana…tapi gw males nganterinnya abisnya tau sendiri jalanan depok ..macet total…bikin sumpah serapah aja yg keluar. tapi gpp si..tujuan yg bikin masjid kan buat mengagungkan Allah dan buat tempat ibadah..emang prasarananya aja yg kurang mendukung. lagian di jkt ni dimana sih yg ga macet…palingan cuma di Istiqlal doang..bisa naek kereta turun stasiun Juanda..beres
SIAPA YANG SEBENARNYA YANG MENDANAI MESJID MEGAH INI YAA..? KOK GW PENASARAN…!
……..”SIAPA YANG SEBENARNYA YANG MENDANAI MESJID MEGAH INI YAA..? KOK GW PENASARAN…!”………….
Katanya Ibu Dian punya punya satu sumur ladang minyak di Timur Tengah warisan alm suaminya yang orang arab (bukan suaminya yg sekarang), dan dari sumur itu menghasilkan uang lebih 2 milyard setiap bulan….jadi mungkin dengan penghasilan sebesar itu setiap bulan cukup buat beliau membangun dan membiayai perawatan komplek mesjid kubah emas. Belum lagi beliau mempunyai teman-teman dekat sekaliber Bill Clinton ataupun Sultan Hasanal Bolqiah.
Jadi tampaknya dari segi jumlah uang atau kekayaan tidak masalah, yang perlu jadi renungan dan pelajaran kita adalah kemauan dan “keihlasan” beliau membelanjakan uang/kekayaannya untuk sesuatu yang dari segi materialistis kapitalistik sama sekali tidak masuk akal — apa untungnya bila dibandingkan dengan membangun semacam Taman Safari, Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mekar Sari dsb…?
Yaa, yang terbayang oleh saya betama nikmatnya beliau mendapat pahala yang terus mengalir selama Masjid Kubah Emas digunakan untuk kegiatan peribadatan umat islam….sampai masjid tersebut hancur dan tidak dipakai lagi…entah berapa puluh tahun berapa ratus tahun…betapa nikmatnya.
Kita tidak tahu, selain dibelanjakan untuk membangun komplek Masjid Kubah Emas, harta / kekayaan beliau kemungkinan (besar)juga dibelanjakan untuk kegiatan amal-amal yang lain lewat yayasannya….dan selama ini tidak di ekspos atau tidak menjadi perhatian kita atau memang beliau mengurangi publisitas dalam hal amal-amal ini agar tidak berkurang pahalanya…wallahu’alam bisshowab.
dencitro
Makmurkan masjid dengan shalat berjamaah. Masjid di bangun untuk beribadah. Jadi klo mo kesana niatkan untuk ibadah karena Allah.
komentar orang pertama kali adalah ” PUNYA SIAPA YAA??”
Yang kedua ” UANGNYA DARI MANNNNAA ?”
yang ketiga ” BENERAN EMAS TUH ?”
yang keempat ” KALAU ADA WAKTU MAU JUGA JALAN-JALAN KE SANA ”
entah apa komentar anda pertamakali, yang jelas kalau ditimbang dari sudut subjektif akan banyak sekali persepsi.
Semoga Masdjid ini bisa berfungsi sesuai dengan tuntunan RASUL, dan yang mendanai mendapat balasan sesuai niatnya, amin.
Saya yakin beliau juga punya dana untuk pendidikan dan faqir miskin, Insya ALLAH.
gw nich orang depok, rumah gw dekat masjid kubah emas itu.memang sich masjid nya bagus bngt tapi banyak orang yang dekat masjid bilang bu dian dapet uang nya dari hasil muja sama jin atau sejenis nya soalnya dah banyak yang jadi tumbal disitu n banyak kejanggalan waktu masa pembangunan nya. gw juga jadi takut dech datang kemasjid itu lagi .takut jadi tumbal iiiiihhhhhhhhh syereeeeeemmmmmmmmmm.
Saya sangat kagum dengan masjid itu
tolong minta profile yang punya mesjid Dian Al mahri… dicari tdk ada profil tentang Dian Djurian Maimun Al Rasyid?
ok bgt… jalannya di perbaiki doong..!
Ada yang bisa kasih denah gak, klo mo menuju ke masjid Kubah Emas dari Perumahan Puri Bali Sawangan DEPOK
Thanks
buat yang coment no 34..kamu jangan asal caplok ngomongnya..walaupun kamu taunya begitu jangan di omongin di umum karna argumen mu belum tentu benar dan malah jadi fitnah…yang pasti tergantung niatnya orang yang membuat masjid itu “jaman begini masih pikiran tumbal kaya g punya tuhan aja lo”…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!dan allah yang maha mengetahui atas niat yang membangun masjid itu…..!!!!!key dan maafin saya yah kalau salah….!!!’saya kagum sama masjidx tapi saya lebih kagum dgn yg maha mengetahui atas sgalax “ALLAH”……
Subhannalah,,,mesjid yang indah!!! semakin meningkatkan kekaguman pada sang Khaliq..
saya sebagai seorang muslim mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hj. Dian karena telah menyisihkan sebagian hartanya di jalan yang diinginkan oeh “Pemiiknya”.
perkara keikhlasan niat adalah urusan yang diAtas, perkara dari mana pembiayaan proses bukan urusan kita, perkara pertanda kiamat, it’s only a matter of time…berhusnudzonlah, ambil hikmah dan manfaat dari hal ini.
semoga pendiri dan pengelola mesjid diberi segala kemudahan oleh Allah SWT,,amin
Segala Puji Bagi ALLAH SWT Rabbul Alamin, Semoga ALLAH Memudahkan kita menuju Masa Kejayaan & Masa Keemasan ISLAM sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta, amiin.
U/ Bu Dian & Keluarga, semoga dijauhkan Oleh ALLAH SWT dari Azab Siksa Dunia, Azab Siksa Kubur, dan Azab Siksa Neraka Jahanam, serta dilindungi dari Fitnah Dajjal Al Masih beserta bala tentaranya, Amiin Ya Rabbal Alamin.
mau menambahkan nih salah satu masjid berkubah emas di dunia yang belum di sebutkan di atas, yaitu Masjid Suneri di Lahore, Pakistan. Untuk melihat gambar silahkan klik :
http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Goldenmosquelahore.jpg
Salam,
Alhamdulillah ya Alloh keagungan Mu telah kau nyatakan di alam ki Sunda, Mesjid yang megah di alam kiwari. Ku doakan ibu Hj. Dian sareng keluarga semakin bertambah rijkinya, budi baik dari alam fikiran dan keiklasan dari hati mu semoga Alloh senantiasa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang gemah ripah repeh rapih loh jinawi tata tentrem kerta raharja.
Kepada saudaraku berbaik sangkalah, sebab apapun adanya ini adalah keagungan Alloh yang hanya setitik di perlihatkan dan diberikan pada orang yang Dia kehendaki dengan iklas dan ridho membangun mesji megah demi umat Islam di Indonesia yang paling besar di dunia.
Salam sejahtera bangsaku, berbanggalah, dan peliharalah warisan budaya bangsa ini, perantara lewat orang yang alim ini. Semoga Alloh mengamuni dosa dan kehilapan kita. amin
he…he…he … sebagai manusia biasa saya hanya bisa bicara nikmati aja apa yang ada jgn bikin orang lain pada bingung……. mesjid tempat ibadah bukan untuk dipermasalahkan…… semua kembali kepada pemikiran masing2…… gereja, pura, mesjid dan lainnya adalah tempat ibadahnya manusia gak perlu membeda-bedakan golongan maupun agama…. tujuannya sama… yang penting persaudaraan dan perdamaian antar umat manusia….. siapapun pemilik atau pemodal mesjid itu harus dihargai bukan untuk ditakuti…… apa yang bisa mereka buat untuk kepentingan umum khususnya tempat ibadah adalah tujuannya memperkokoh nilai agama dan persaudaraan…… so… enjoy aja…….
Paling mengena di hati saya komentar No. 31 dari den Citro, terima kasih mas….. karena sesuai dengan ciri-ciri orang Islam yaitu berbaik sangka dan kalau memberi atau beramal tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya.
masjid emas sama cantik dengan masjid kristal
Ada 2 lagi masjid kubah emas yang tertinggal di senarai ini, iaitu Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Brunei yang berkhubah emas 24 karat.
Satu lagi ialah Masjid Suneri , Lahore, Pakistan dengan tiga kubah emasnya yang dibangun Nawab Syed Bhikari Khan, putra Deputi Gubernur Lahore masa pemerintahan Muhammad Shah pada 1753.
Sebetulnya ada 6 masjid berkubah emas di dunia ini.
semua masjid sama yang penting bagaimana kita menikmati dan menjalani nya ……..
iya tuh…aku g suka dengan ocehan no 34, bilang aja kalo kamu tu sirik!!! ga suka lihat orang islam maju, apa jangan” kamu tu g punya agama?ga bisa lihat orang yang mendermakan hartanya dijalan 4JJI, kalo emang g bisa nulis komentar yang baik mending tutup aja mulu lo!
buat ibu Hj dian, ana sangat berkesan sekali, jarang dijaman sekarang ini ada hamba allah yang ikhlas mendermakan hartanya buat umat, tapi kebanyakan dipake untuk isi perutnya, bahkan juga untuk maksiat
semoga allah membalas amal ibu Hj dian dengan balasan yang terbaik, jazakillah khair semoga setiap hamba allah mau ikut berjuang dijalan allah seperti ibu Hj dian, saya sangat bangga memiliki seorang hamba allah seperti ibu dian, semoga kelak saya dapat berbuat seperti yang dilakukan ibu dian yahhh..amin
Subhanallah… Segala Puji Bagi Allah… yang telah memberikan Karunia yang begitu besar… kepada Hambanya..
Saya udah sering kali ke mesjid Kubah Emas Dian al-Mahri (Depok) Tipa kali datang dan Sholat di mesjid itu..
Bertambah kekaguman Saya sebagai seorang Muslim…
Atas Kebesaran Allah.S.W.T..
Kalau saja raja arab mau memperindah masjid di arab seperti, pasti semua masjidnya dilapisi emas, intan, berlian, jamrud dan bahan lain yang dianggap bernilai oleh manusia. Hal tersebut sangat bisa dilakukan beliau…
saya mau tanya mengapa beliau tidak melakukannya?
Jangan lupa, jaga kesehatan, apalagi kesehatan hati …
Seharusnya kita berbangga hati,karena di indonesia ada Masjid se mewah ini,coba bayangkan berapa biaya yang di keluarkan untuk membangun masjid itu.
Saya yakin ibu dian niatnya adalah memuliakan allah swt,tidak ada niat lain,dengan uang yang di dapatnya dia mencoba mengajak semua umat islam di indonesia dan depok pada khususnya untuk lebih mendekatkan diri kepada allah swt.
Janganlah kita berburuk sangka dengan coment yang bermacam-macam,penyebab bangsa kita tidak maju karena kita selalu bersakwa sangka tanpa mau membantu.
Lihat ibu dian tanpa basa-basi bangun masjid megah. Mudah-mudahan masjid itu menjadi ladang amal dan mamfaat bagi banyak orang,bukan menjadi ladang Fitnah.
memperindah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT itu baik, bagaimana niat kita masing2,,
mari kita lihat masjidil aQsa dan masJidiL Haram sebagai renungan…
n_@
Paling gak menyingkirkan anggapan kalo umat Islam itu miskin dan bisa disogok sama Indomie sekotak kali ye… Tetep TDA alias Tangan Di Atas!!
Subhanalloh, mulia sekali hati Ibu Dian pemilik masjid itu. semoga mendapatkan pahala yang besar dari Alloh SWT karena telah memuliakan ISLAM dengan Masjidnya. mungkin sebagian peranggapan negatif tapi itu hak mereka. aku setuju dengan teman diatas yang berkomentar, jika semua milyoner di negara kita ini seperti itu maka Indonesia akan sangat makmur. SODAKOH DAN INFAQ mereka sampaikan kepada kaum faqir miskin. jika ada semua orang milyuner merelakan separo hartanya untuk simiskin dengan cara memberi pekerjaan atau apapun maka SUBHANALLOH.
Alhamdulillah dengan ucap syukur akhirnya berdiri masjid kebanggaan umat islam di indonesia, kapan masjid masjid yang lain akan dibangun
IndonesiaQ……Beginikah warna aslimu…..Orang berbuat baik aja masih berburuk sangka,apalagi no.34,apakah km beragama atau setidaknya punya hati..?hanya batu yg bsa berucap seperti itu
kata orang bijak’tidak sulit utk mengetahui prilaku seseorang,cukup hanya dengan mendengar omongannya
Jujur, saya terkejut ada juga ya yang berburuk sangka terhadap hal baik yang dilakukan Ibu Dian. Saya tinggal di daerah Sawangan n baru satu kali ke Masjid Dian Al-Mahri ini. Benar2 sebuah masjid yang sangat indah sehingga memotivasi saya untuk melihat keindahan lain di surga. Hehehehehehe….
Dari beberapa teman yang sering kesana, kabarnya ibu Dian adalah wanita yang pemurah dan penuh belas kasih terhadap sesama, memang hal itu tidak diekspos secara luas (mugkin demi menjaga keikhlasan hati beliau). Tapi mungkin ini jadi renungan,,, Jika kita tidak bisa sekaya Bu’Dian, mungkin hati ini bisa kita tigkatkan kemuliaannya dengan selalu berbaik sangka dan meniru sikap ibu Dian yang membagi rezekinya di Jalan-Nya…..
Terima kasih atas informasinya.
nice artikel…
thanks ya atas infonya…
sangat bermanfaat…
saya nantikan yang selanjutnya ya…
Terima kasih atas informasi mengenai mesjid kubah emas di dunia. Saya menyempatkan diri berkunjung ke mesjid Dian Almahri dan membuat sedikit tulisan dengan link ke posting anda.
inilah gambaran orang indonesia. yang selalu menghabiskan waktu unt berburuk sangka. n bukannya mensyukuri yg ada. masjid kotor n jelek pasti di cibir bahwa org islam miskin dll, tp dengan munculnya masjid yg megah, bersih di cibir jg n dikomentari ini itu. sungguh orang2 yg mengomentari jelek tentang masjid kubbah, mereka adalah orang2 yg belum siap. semoga allah yg maha kuasa mengampuniNya..
harapan dan doa saya, dengan munculnya masjid kubah akan meningkatkan ketaqwaan bagi umat islam di indonesia. semoga masjid itu bisa menjadi renungan bagi setiap insan n membawa berkah yg besar bagi ibu dian&keluarga serta orang2 yg memuliakannya. saya yakin, dibalik kebesaran masjid tersebut pasti ada kebesaran lg yg patut kita besar2kan yaitu Allah SWT daripada kebesaran yg tampak didepan mata kita.
ga papa mewah kan???? Kan untuk Tuhan juga, Allah Swt, Masa menyambut president bush aja, pemerintah mewah-mewahan. Apalagi mesjid yang di Jawa barat itu. Barangkali dia udah punya rumah mewah. jadi kelebihan uangnya untuk Tuhan. bagus kan??? masa untuk dia mewah untuk tuhan engga!. Jangan lupa, masjid kan = rumah Allah Swt.
ya ampun, tuh yang namanya Chaty, kayaknya Musyrik abis deh. ketahuan tuh akan dijadikan bara neraka. hehe… konyol amat sih. Kayak ga punya Tuhan. tp mungkin kayaknya si Cathy bukan orang Islam tuh.
ALHAMDULILLAH…….
masih ada orang yang mau mengeluarkan hartanya untuk ibadah. jadi tolong jangan berpikir yg negatif, karena jihad itu bukan hanya dengan berperang. Tempat maksiat saja di bangun dengan sangat mewah, apalagi ini untuk ibadah jadi teruskan jihadmu ibu Hj.dian.
Gue setuju sama commentnya si ‘dongo’ dan si ‘amie’….
Sesuai dengan budget-nya, tempat ibadah itu harus di buat se-MEWAH mungkin…. Hotel yang sering jadi tempat maksiat aja semewah istana…. Apalagi masjid….
Kayaknya si Cathy itu emang bukan orang islam…. Dia musrik (tanda orang sirik) dan jadi calon penghuni neraka jahanam…. Mungkin gerejanya sudah mau ambruk kali….
Tapi kalau si Cathy mau pindah agama ke Islam, gue mau pacaran sama dia…..?!?!?! hehehe?!?!?!
buat cathy gw ga tau lu ISLAM atau non ISLAM….
tapi satu hal yg lu harus tau dan pasti seluruh umat manusia percaya sama Tuhannya masing2…
” Semua yang terjadi atas kehendak Tuhan “
masjid ku rumah ku…………t4 ibadahaku
asjid…..rumah allah….untuk ibadah umatnya.
ku..kangen rumahku tuch..yaitu masjid soko randublatung.
yang bagus itu lo kaya’ masjid kubah he..he..
makasih ya..ibu Dian yg telah memuliakan islam.
Tambah lagi bos jadi empat tuh yang di Depok udah mentereng megah dan agung…!!
astagfirullah…pertama kali menginjakkan kaki disana,saya begitu takjub dengan arsitektur bangunannya…tapi…hati saya menjadi bimbang,timbul pertanyaan di benak saya “ini masjid tempat beribadah atau tempat rekreasi?”
sungguh,saya tak mengerti,
Hukum Menghiasi Masjid dan Memperindahnya
Diriwayatkan dari Sa’id bin Abi Sa’id secara mursal, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika kalian telah menghiasi masjid-masjid dan mushhaf-mushhaf kalian, maka kehancuranlah yang akan menimpa kalian.”
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Aku tidak diperintah untuk membuat megah masjid-masjid’,” (Shahih, HR Abu Dawud [448], Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah [463], al-Baihaqi [II/438-439], ath-Thabrani [13000-13003], Ibnu Hibban [1615]).
‘Abdullah bin ‘Abbas r.a. berkata, “Kalian pasti akan menghiasinya sebagaimana halnya kaum Yahudi dan Nasrani (menghiasi tempat ibadah mereka),” (Mu’allaq, HR Bukhari, lihat Fathul Bari [I/539]).
Ketika ‘Umar menginstruksikan pembangunan masjid, ia berkata, “Lindungilah mereka dari hujan, dan janganlah sekali-kali kalian warnai merah atau kuning hingga mengusik hati mereka,” (Mu’allaq, HR Bukhari [I/539]).
Kandungan Bab:
1. Al-Baghawi berkata (II/349-350), “Yang dimaksud dengan tasyyiid adalah meninggikan dan memanjangkannya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah SWT , ‘Di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh’,” (An-Nisaa’: 78).”
Yakni, masjid yang ditinggikan bangunannya. Dikatakan, Syaada ar-rojulu binaa’ahu yakni, lelaki itu meninggikan bangunannya.” Disebut buruj musyayyadah, yakni benteng yang tinggi lagi megah. Asy-syiid artinya membuatnya megah (dengan dikapur, dicat, atau lain sebagainya-pent..).
Masjid pada zaman Nabi saw. dindingnya dari batu bata, atapnya dari pelepah kurma, tiangnya dari batang kurma. Abu Bakar tidak menambahinya sedikit pun. Kemudian ‘Umar menarnbahinya, beliau merenovasinya seperti bangunan aslinya pada zaman Rasulullah, yakni dengan batu bata, pelepah kurma dan mengganti tiang-tiangnya dengan kayu. Kemudian ‘Utsman merubahnya, beliau banyak melakukan penambahan-penambahan di sana sini. Beliau membangun dindingnya dari batu berukir dan semen, mengganti tiangnya dengan batu berukir dan atapnya dengan kayu jati,” (HR Bukhari [446]).
Saya katakan, “Barangkali inilah yang dibenci oleh para Sahabat, yaitu tidak boleh menghiasi masjid dengan hiasan yang tidak ada gunanya.”
Perkataan Ibnu ‘Abbas r.a, “Kalian pasti akan menghiasinya sebagaimana halnya kaum Yahudi dan Nasrani (menghiasi tempat ibadah mereka),” maknanya, Sesungguhnya kaum Yahudi dan Nasrani menghiasi tempat ibadah mereka setelah mereka menyelewengkan dan merubah-rubah ajaran agama mereka. Kalian akan berbuat sama seperti mereka. Kalian nanti akan berbangga-bangga dengan masjid-masjid dan berbangga-bangga dengan ornamen dan dekorasinya.”
2. Menghiasi masjid hukumnya haram, berdasarkan beberapa alasan berikut:
1. Bertentangan dengan As-Sunnah yang secara tegas menjelaskan bahwa yang disyari’atkan dalam pembangunan masjid adalah kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan dalam menghiasi dan membuatnya megah. Rasulullah saw. sendiri telah mengatakan, “Bangunlah masjid seperti tempat berteduh yang dibuat oleh Nabi Musa, dari tepas dan kayu-kayu kecil. Sebab ajal kita lebih cepat datang daripada usia bangunan,” (Hasan, Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahihah [616]).
2. Dapat mengganggu konsentrasi orang-orang yang shalat di situ. Segala sesuatu yang dapat menghilangkan kekhusyu’an adalah dilarang, sebagaimana yang akan disebutkan dalam bab berikut.
3. Dapat menimbulkan mafsadat yang lebih besar, yakni berbangga-bangga dengan bangunan masjid.
3. Asy-Syaukani berkata dalam kitab Nailul Authaar (II/157-158), “Hadits ini menunjukkan bahwa menghiasi masjid termasuk perbuatan bid’ah.”
Diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa beliau membolehkannya. Diriwayatkan juga dari ‘Ali bin Abi Thalib r.a, bahwa beliau membolehkan menghiasi mihrab. Al-Manshur Billah berkata, “Bahkan boleh menghiasi seluruh bagian masjid.” Al-Badrul Munir berkata, “Ketika orang-orang mulai meninggikan dan menghiasi rumah-rumah mereka, maka mereka menyelaraskan bangunan masjid dengan bangunan rumah mereka agar tidak dianggap merendahkan dan meremehkan masjid. Namun hal itu disanggah, karena apabila larangan tersebut tujuannya sebagai anjuran mengikuti generasi Salaf dalam hal meninggalkan kemegahan, maka perkataannya itu benar. Namun bila larangan tersebut disebabkan kekhawatiran hiasan-hiasan itu akan mengganggu konsentrasi orang yang shalat, maka perkataannya itu tidak benar, karena alasan larangannya tetap ada.”
Salah satu alasan yang diangkat oleh orang-orang yang membolehkannya adalah tidak adanya pengingkaran dari para Salaf terdahulu. Lantas mereka menganggapnya sebagai bid’ah hasanah. Dan hal itu dapat mendorong orang pergi ke masjid.
Alasan-alasan tersebut tidak dapat dijadikan hujjah bagi orang yang mendapat taufik. Terlebih lagi alasan tersebut bertentangan dengan hadits- hadits yang secara jelas menunjukkan bahwa menghiasi masjid tidak termasuk Sunnah Rasulullah saw, bahkan termasuk bermegah-megah yang diharamkan, termasuk salah satu tanda dekatnya hari kiamat dan termasuk perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani. Sementara Rasulullah saw. selalu menyelisihi mereka dan menganjurkan kita agar menyelisihi mereka dalam perkara-perkara yang umum maupun khusus.
Alasan tidak adanya pengingkaran dari Salaf adalah alasan yang tertolak. Sebab menghiasi masjid adalah bid’ah yang dibuat-buat oleh daulah-daulah yang zhalim tanpa izin dari ahli ilmu. Mereka membuat-buat bid’ah tersebut tanpa terkendali lagi dan tidak seorang pun yang dapat mengingkarinya. Para ulama mendiamkannya untuk melindungi diri dari kekejaman mereka, padahal sebenarnya mereka tidak ridha. Bahkan sejumlah ulama pada masa-masa terakhir bangkit menentangnya. Para ulama itu meneriakkan dengan lantang di hadapan mereka celaan terhadap bid’ah tersebut,
Alasan, bahwasanya menghiasi masjid termasuk bid’ah hasanah adalah alasan bathil. Demikian pula alasan bahwa menghiasi masjid dapat mendorong orang untuk datang ke masjid juga alasan yang rusak. Sebab alasan bisa mendatangkan orang ke masjid dan membuat mereka menyukai masjid hanya berlaku atas orang-orang yang tujuan dan maksudnya ke masjid untuk melihat-lihat keindahan dan kemegahan masjid. Adapun bagi yang datang ke masjid dengan niat beribadah kepada Allah, ibadah yang disertai dengan kekhusyu’an -sebab ibadah tanpa kekhusyukan ibarat jasad tanpa ruh-, maka hiasan-hiasan tersebut jelas mengganggu konsentrasinya. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw. terhadap pakaian Anbijaaniyah yang beliau kirim kepada Abu Jahm (karena mengganggu kekhusyu’an shalat beliau-pent.) dan sebagaimana telah disebutkan dahulu tentang kisah Rasulullah saw. merobek tirai yang bergambar. Membenarkan bid’ah yang menyimpang yang dibuat-buat oleh para raja membuat sebagian ahli ilmu terdesak ke lorong yang sempit. Mereka berusaha membuat-buat alasan yang lemah yang hanya pantas dikatakan kepada hewan-hewan ternak.”
Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 1/389-392
Menurut saya dengan berdirinya Masjid yang begitu megah ada beberapa kelebihan/hikamah yang bisa diraih:
1. Sebagai sarana da’wah: Menarik perhatian orang banyak baik dari masyarakat sekitarnya maupun masyarakat lain yang jauh bahkan dari negara lain, akan datang dan untuk melihat kemegahan masjid. Dengan harapan pada saat kunjungan mereka juga menunaikan ibadah sholat di masjid tsb.
2. Kubah emas bukan mencerminkan sifat keduniawian, bahkan sebalikan. Yaitu hartanya yang berharga (emas) rela untuk di infakan ke jalan Alloh melalui pembangunan masjid. Bukankah masjid adalah “Rumah Alloh di muka bumi”. Jadi pendiri sudah menghilangkan sifat keduniawiannya dengan menyumbangkan hartanya demi kepentingan umat Islam.
3. Mengangkat harkat dan martabat Bangsa Indonesia, untuk lebih dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Dahulu Indonesia dikenal karena adanya Candi Borobudur dll. Sekarang Indonesia lebih dikenal lagi dengan adanya Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok Indonesia.
Menurut saya dengan berdirinya Masjid yang begitu megah ada beberapa kelebihan/hikamah yang bisa diraih:
1. Sebagai sarana da’wah: Menarik perhatian orang banyak baik dari masyarakat sekitarnya maupun masyarakat lain yang jauh bahkan dari negara lain, akan datang untuk melihat kemegahan masjid tsb. Dengan harapan pada saat kunjungan mereka juga menunaikan ibadah sholat di masjid.
2. Kubah emas bukan mencerminkan sifat keduniawian, bahkan sebaliknya. Yaitu hartanya yang berharga (emas) rela untuk di infakan ke jalan Alloh melalui pembangunan masjid. Bukankah masjid adalah “Rumah Alloh di muka bumi”. Jadi pendiri sudah menghilangkan sifat keduniawiannya dengan menyumbangkan hartanya demi kepentingan umat Islam. Karena yang menggunakan masjid tsb. bukan hanya pendiri saja, melainkan orang banyak (siapa saja boleh datang ke masjid dan beribadah di sana).
3. Mengangkat harkat dan martabat Bangsa Indonesia, untuk lebih dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Dahulu Indonesia dikenal karena adanya Candi Borobudur dll. Sekarang Indonesia lebih dikenal lagi dengan adanya Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok Indonesia.
“Alloh itu indah dan menyukai hal-hal yang indah”
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Semoga amal Ibu Hj. Dian diterima Alloh dan mendapat balasan rizki yang lebih banyak. Dan dosa/kekhilafan Ibu Hj. Dian di ampuni oleh Alloh SWT.
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
asyik bangetzzzzzzzz
hebat bangetz
ternyata ada juga yach mesjid yg lebih indah dan megah
subhanallah sunggh besar kebesaran allah
banyak masjid denagan kemmewahan tapi sayang jarang sekali manusia yang melakukan sholat berjamaa
Alhamdulillahi wa syukurillah
Saya dengan keluarga beserta murid ngaji Masjid Al Jihad Purwosari Pasuruan belum sempat menengok kemegahan Masjid Kubah Emas. Pingin Hati kita sekalian menuju kesana untuk melangsungkan sholat berjama’ah di Rumah Allah yang Maha Kuasa. Insya Allah Kami menunggu modal untuk bisa kesana bersama sama. Amin Ya Robbal ‘Alamin. Wassalam.
Jika yang datang orang sekitar sih wajar, tapi kalo yang datang dari luar kota dg biaya yang tidak sedikit….. hmmm, mendingan uangnya buat bangun mushola di kampungnya deh.
jadi takut niatnya terkontaminasi bukan karena Allah, tp karena masjidnya?????…
subhanallah ada imamnya membuat hatiku bergetar..dan bergemuruh..
ya boleh lah menghiasi mesjid, masjidilharam aja bagusnya sebagus apaa coba
jika manusia melihat masjid hanya dari ke indahan nya lalu iya mencoba masuk kedalam nya…..lalu berkata sungguh indah masjid ini …jika kita sadariiii begitu indah dunia ini dan isi nya jangan lupa bilang subhannalah …..
masjid nya memang bagus, dan indah ..
halamannya luas..
saya tinggal didepan masjid kubah emas depok..
hanya butuh 1 menit saja utk masuk kedalam lingkungan masjid tersebut..
masjid tersebut sudah lama dibangun..
dulu nya,sebelum dibuka untuk umum, masjid tersebut dibuka untuk pengajian ibu2,,majelis taklim dari seluruh jakarta, depok dsb, dan jamaah pengajiannya ribuan…
menjelang idul fitri tiba, tiap orang/tiap jamaah selalu dapat uang/ beras 1 karung besar/ bahan utk pakaian beberapa meter..mukena..dsb
dari pengajian tersebut..
banyak sekali warga sekitar yang mendapat rezeki, mereka ada yang berjualan baik makanan, minuman, pakaian, peralatan rumah tangga, dan banyak lagi.dari hasil parkiran mobil atau motor..
karena disediakan lahan utk berjualan dan parkiran..
omset perhari bagi mereka sangatlah besar..
dan info dari tetangga saya, malah ada yang sampai resign dari pekerjaannya dikantor hanya untuk jadi tukang parkir..
tapi entah sudah beberapa tahun belakangan pengajian tersebut sudah tidak ada dan masjid tersebut dibuka utk umum.. mungkin setelah tahun 2006 an.