Nasib mushola dan masjid di mal-mal

Keberadaan mal saat ini tidak lagi menjadi tempat untuk berbelanja tetapi tidak di pungkiri juga telah menjadi tempat rekreasi baik bagi yang sudah berkeluarga ataupun yang sedang mencari keluarga😛 . Adanya beraneka merchant / tenant -mulai dari tempat belanja, makan, hiburan keluarga dsb – didalam satu mal menjadi salah satu faktor orang betah untuk berlama-lama di mal. 

Membaiknya perekonomian mendorong investasi terutama di sektor properti juga mendukung perkembangan pembangunan mal baik di kota besar ataupun kota yang baru berkembang termasuk di antaranya Depok, tempat saya tinggal saat ini. Dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini saja sudah berdiri lebih dari 4 mal ataupun hypermarket di kota Depok.
 
Mal-mal baru ini berlomba untuk menyajikan pesona untuk menarik pengunjungnya dengan memperindah bangunannya, ataupun memberikan berbagai fasilitas bagi pengunjungnya – mulai dari lapangan parkir yang luas (ada yang gratis pula),toilet yang nyaman dan gratis, kendaraan antar jemput ke dalam mal, mendatangkan artis terkenal bahkan disediakan ruang menyusui (nursery). Dari semua fasilitas yang luar biasa tersebut, terkadang banyak mal yang justru melupakan aspek yang menurut saya cukup penting yaitu keberadaan mushola atau masjid.

Keberadaan mushola (yang nyaman) di dalam mal menurut saya merupakan hal yang penting (bahkan wajib). Mayoritas pengunjung mal (dan juga karyawan tenant) biasanya muslim yang harus melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu. Menurut suatu survey, rata-rata waktu yang di habiskan oleh pengunjung  di mal adalah sekitar 2 jam (pantas saja tarif parkir kebanyakan berlaku untuk 2 jam pertama ya…;-P). Misalnya seorang pengunjung datang jam 5 sore, maka dia akan melalui waktu sholat maghrib. Tentunya dia akan butuh mushola untuk melaksanakan kewajiban ibadah sholat. Apalagi di hari Jum’at, tidak hanya pengunjung tetapi karyawan laki-laki dari mal itu sendiri juga membutuhkan tempat untuk sholat jum’at.

Mushola di malNamun ironisnya, fasilitas lain ditambah dan senantiasa dirawat namun keberadaan mushola yang nyaman sering diabaikan. Mal yang besar dan bentuknya bagus tidak otomatis menjadikan mushola di mal tersebut besar dan nyaman. Kebanyakan mushola di mal sekedarnya saja, terkesan yang penting ada. Kebanyakan bentuknya sempit, panas, bau dan letaknya jauh di basemen ataupun dekat tangga darurat. Jamaah yang ingin sholat mesti antri berdesakan dan harus segera pergi bila sudah selesai sholat, jangan harap ada waktu untuk dapat berdoa dengan khusu’.

Pengelola mal masih beranggapan bahwa keberadaan mushola belum menjadikan nilai tambah untuk mal tersebut. Pengelola mal masih berpikir ala kapitalis, hanya memikirkan keuntungan materi belaka. Padahal semestinya keberadaan mushola yang nyaman dapat menjadi bagian dari konsep CSR (corporate social responsibility) dari mal tersebut. Selain itu, dalam jangka panjang hal ini justru akan meningkatkan image dari mal itu sendiri. Memang tidak ada aturan baku berapa besar mushola yang harus di sediakan di sebuah mal, namun setidaknya pengelola mal mestinya bisa lebih memikirkan keberadaan fasilitas ini.

13 Responses to “Nasib mushola dan masjid di mal-mal”


  1. 2 Fakhrurrozy Oktober 25, 2007 pukul 2:50 am

    Semuanya menjadi seperti ini karena
    World Profit oriented

    Semoga Kesadaran seperti ini segera terwujud..Insya Allah

  2. 3 Mitarima Oktober 25, 2007 pukul 6:39 am

    Mushola mall favoritku itu PS!!!!! Enak, dingin, cewe/cowo beda tempat, bersih selalu… PIM2 juga katanya enak tapi aku belum pernah nyoba..

  3. 4 rendraagustin Oktober 28, 2007 pukul 11:03 am

    coba hitung harga per meternya berapa? jadi untuk akhirat cukup segitu deh ( abis ga tau sih yang punya muslim atau bukan ), kita berdo’a semoga jika pemiliknya muslim bisa memberikan lebih perhatian. mari gunakan ketimbang tidak sholat ya kan ?

  4. 5 Eka Oktober 30, 2007 pukul 2:21 am

    Di ITC Cempaka Putih disediakan masjid tersendiri. Kegiatan di mesjid tsb cukup banyak, semisal kultum bada dhuhur. Sepertinya membawa berkah untuk pengelola ITC Cempaka Putih . Sampai sekarang ITC Cempaka Putih ramai terus.
    Seingat saya, mall Pluit juga menyediakan tempat khusus untuk sholat di setiap lantai. Sorry kalau salah, rasanya saya baru sekali pergi kesana dan itu pun udah lama banget, 6 tahun lalu.

  5. 6 Hafez Oktober 30, 2007 pukul 12:55 pm

    gimana mau nyediain musholla yang nyaman kalo yang punya mall perginya ke gereja?

  6. 7 Goslink November 2, 2007 pukul 6:50 am

    😉 sachroel : Thanks for visiting…😉 Fakhrurrozy : yup, sepakat dengan mas. Walaupun dalam jangka panjang sebenarnya kalau para pengelola mal juga memikirkan fasilitas ini akan dapat memberikan profit dengan bertambahnya para pengunjung mal.😉 Mitarima : Di antara 2 mal tadi, saya lebih prefer mushola di PIM 2, nyaman dan letaknya mudah di capai. Kalau mushola PS menurut saya kurang nyaman, karena letaknya di basemen dan kurang luas (atau ada mushola lain di PS ?)🙂 rendraagustin : memang kita mestinya bersyukur, kalau pengelola mal sudah menyediakan mushola, cuma masalahnya keberadaan mushola kalau dibandingkan dengan smoking room misalnya, masih lebih “terhormat” keberadaan smoking room.😉 Eka : Mungkin yang di maksud bukan ITC Cempaka Putih ya mas, tapi ITC Cempaka Mas. Saya setuju dengan pendapat mas, one of the best mall yang peduli dengan keberadaan mushola😉 Hafez : Belum tentu juga sih pemilik mal-nya pergi ke gereja…

  7. 8 bakazero November 5, 2007 pukul 1:56 am

    Dulu sewaktu ada acara RItech Expo di MGK, pas juga kebetulan hari Jumat. Trus Sewaktu Khutbahnya juga membahas hal yang sama. Berarti memang beberapa mushola di Mall keadaannya memang kurang diperhatikan yah…

  8. 9 Goslink November 6, 2007 pukul 4:21 am

    MGK itu tempat diselenggarakannya PRJ bukan ? soalnya saya juga kesulitan untuk sholat di PRJ ketika beberapa waktu dulu saya berkunjung ke sana.

  9. 10 seno as November 14, 2007 pukul 3:53 am

    Gak usah repot repot gampang aja….setiap mall disyaratkan buat mushola yang layak…untuk rakyat indonesia yang mayoritas begama islam….kalau tidak jangan beri ijin mendirikan mall…..gampangkan…?….tapi masalahnya….pemerintah kita ini bisa nggak..?? membuat peraturan seperti itu…..paling paling gak berkutik kena uang pelicin…maklum….orang2nya….mafia semua

  10. 11 seno as November 14, 2007 pukul 4:03 am

    Gak usah repot repot gampang aja….setiap mall disyaratkan buat mushola yang layak…untuk rakyat indonesia yang mayoritas begama islam….kalau tidak jangan beri ijin mendirikan mall…..gampangkan…?….tapi masalahnya….pemerintah kita ini bisa nggak..?? membuat peraturan seperti itu…..paling paling gak berkutik kena uang pelicin…maklum….orang2nya….mafia semua…jangankan mall…departement agama aja…jadi sarang koruptor….???? gimana…orang islam…gak malu tuh..???

  11. 12 donny Januari 4, 2008 pukul 6:58 am

    ada informasi juga , di senayan city juga ada musholla yang cukup baik, letaknya di LG (lower ground), tapi ada yang kurang srek di hati saya, karena tempat wudhu pria terbuka dengan tempat buang air kecil ( urinoir ), padahal Islam mengajarkan kepada kita kalau buang air kecil itu harus jongkok (tidak boleh berdiri), saya khawatir kalau orang yang buang air kecil itu bekas ( istinja) jatuh ke lantai , kemudian orang itu masuk ke tempat wudhu….wah bisa kena najis dong tuh tempat wudhu…. gimana mau sah sholat kita kalau bawa2 najis….. saya sarankan lebih baik ( urinoir ) itu di bongkar aja, dikarenakan letak musholla executive itu dekat dengan toilet yang disampingnya….mudah2an ini di didengar oleh manajemen Senayan City….

  12. 13 eLKa Agustus 2, 2011 pukul 9:00 pm

    Semestinya pemerintah harus mengeluarkan regulasi tentang masalah ini, mesti ada standarisasi Musholla yang layak di setiap pusat perbelanjaan.. Terima kasih infonya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Tentang

Blog ini milik Agus Wahyudin, an ordinary person who live in extraordinary world.

Lisensi

Silahkan mengutip sebagian atau keseluruhan tulisan dalam blog ini dengan mencantumkan sumbernya karena mungkin ada karya orang lain dalam blog ini yang harus dihargai usahanya.

Banner & Button

Indonesian Muslim Blogger Blogger Indonesia Personal Blogs - Blog Top Sites

Untuk mengetahui update tulisan terbaru silahkan masukkan alamat email anda

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

Arsip

Kategori

Negara Pengakses

Yang sedang baca

hit counters

Jumlah Pengakses

  • 359,267 hits

RSS Kaskus FJB

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Detik-net

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: