Hari Sabtu kemarin akhirnya saya dan istri kesampaian juga berkunjung ke Pekan Raya Jakarta di Kemayoran. Walaupun event rutin ini sudah berlangsung sejak tahun 1968 (dahulu bernama Djakarta Fair), ini merupakan pengalaman pertama saya menyaksikan pameran tahunan yang selalu diselenggarakan bertepatan dengan ulang tahun kota Jakarta.
Sebenarnya banyak moda transportasi yang bisa mengantarkan ke arena PRJ tersebut. Namun karena tertarik dengan informasi adanya busway gratis yang mengantarkan ke arena PRJ, akhirnya kami mencoba alternatif itu. Dari Depok kami naik KRL hingga Stasiun Juanda, dilanjutkan dengan bajaj menuju parkir timur monas, persis di depan kantor balaikota DKI.
Halte busway khusus PRJ ini tidak seperti halte-halte untuk busway reguler. Halte ini hanya berbentuk tenda dengan beberapa bangku dan sebuah panggung untuk menghubungkan dengan pintu masuk busway. Kebersihan di tenda ini sepertinya tidak terlalu di perhatikan, karena saya tidak melihat satupun tempat sampah sehingga sampah berserakan di mana-mana. Sekitar 15 menit menunggu di halte, akhirnya busway pun datang. Perjalanan dari monas hingga PRJ hanya sekitar 15 menit. Rute yang di lalui adalah Gambir, Istiqlal, Juanda melintasi Jl Garuda, Jl Benyamin Sueb, dan berakhir di Gambir Expo pintu 2. Namun bus ini tidak melalui jalur khusus busway seperti halnya busway reguler dan tidak berhenti di halte yang dilalui, Bus ini hanya khusus berhenti di pintu 2 Gambir Expo.
Kami tiba di arena PRJ sekitar pukul 1 siang, suasana belum terlalu ramai. Setelah membeli tiket (tiket weekday 15rb, weekend 20rb) kamipun masuk ke arena PRJ. Agak surprise juga karena kami memperoleh 2 buah tiket, 1 tiket konvensional berbentuk kertas sedangkan satunya lagi berbentuk smart card seperti digunakan untuk naik busway. Yang agak mengganggu kami, tepat di depan pintu masuk, pengunjung langsung disuguhi oleh poster-poster besar salah satu cagub DKI yang saat ini masih menjabat sebagai wakil gubernur. Beberapa petugas juga mengenakan rompi kampanye anti narkoba lengkap dengan foto ketua BNP. Kok bisa-bisanya masih kampanye yah..?
Karena sudah masuk waktu dzuhur, kami putuskan untuk sholat dulu.Sangat di sayangkan untuk arena sebesar ini, sarana untuk sholat sangat minim sekali. Kami sholat di suatu ruangan yang berfungsi sebagai mushola tak ber AC dengan luas sekitar 4×4 m, tak ada pemisah laki-laki dan perempuan dan tak ada tempat wudhu khusu, jadi kami harus mengambil wudhu di toilet umum yang jumlahnya juga sangat terbatas.
Selesai sholat, kami mulai mengitari arena pameran. Ada beberapa arena pameran yang bisa dikunjungi diantaranya :
- Hall A yang didominasi produk perabotan, garmen, bahan bangunan, dan aksesori
- Hall B & Hall C yang berisi produk dan informasi dari pemerintah kabupaten/kota di Indonesia
- Hall D yang berisi produk elektronik, telekomunikasi, komputer, kosmetik, peralatan olahraga, filter air, aksesori rumah.
- Area Terbuka yang menggelar produk otomotif dari Honda, Suzuki, dan Yamaha, Bajaj, Kawasaki,Kymco, Toyota dan Hyundai. Selain itu diisi stan berukuran besar lainnya seperti Indofood danOrang Tua Group.
Selain arena pameran, untuk pengunjung yang membawa anak-anak juga bisa menikmati beragam permainan (tapi tidak gratis loh). Ada kereta yang bisa membawa mengelilingi arena PRJ, ada balon udara, flying fox, rumah hantu, mini roller coaster dan lain sebagainya.Kebanyakan permainan berada di area Taman Pelangi
Area yang justru sangat sepi pengunjungnya adalah pameran hasil KUKM (Koperasi Usaha Kecil dan Mikro) yang memamerkan hasil kerajinan dari seluruh Indonesia.
Menjelang malam, area terbuka sudah disulap dan disiapkan untuk pertunjukkan artis ibukota. Namun justru kami memutuskan untuk kembali ke rumah karena kaki sudah sangat pegal.
Berikut adalah sebagian foto-foto perjalanan kami :
- Halte Busway di Gambir Expo
- Gerbang Masuk Gambir Expo
- Kondisi Mushola di PRJ
- Salah satu produk yang di display
- Salah satu pertunjukkan di PRJ
- Kondisi PRJ di malam hari





thanks buat infonya. sy sabtu ni mo ke jkt mungkin hari minggu (22/06/2008) rencana ke PRJ.
Tapi mas itu perjalanan saya tahun lalu. Tahun ini saya belum sempat ke sana.
Mas, itu klo pulang’y dri PRJ bisa naik busway itu lgi ga? Atau naik kendraan umum?
Tlong informasiin ke saya yah, hbungi atw sms az k nomor saya
(021 – 94063466) atw
(085880392372)
Mas Putra, tulisan di atas saya buat tahun lalu. Saya tidak tahu apakah tahun ini ada busway khusus yang ke PRJ atau tidak..